Recent Posts

Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara ? oleh - sewaambulancebekasi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website sewaambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara ?, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

[et_pb_section fb_built="1″ _builder_version="3.22″ transparent_background="off" make_fullwidth="off" use_custom_width="on" width_unit="on" custom_width_px="700px"][et_pb_row _builder_version="3.25″ background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat" max_width="700px" make_fullwidth="off" use_custom_width="on" width_unit="on" custom_width_px="700px"][et_pb_column type="4_4″ _builder_version="3.25″ custom_padding="|||" custom_padding__hover="|||"][et_pb_post_title comments="off" _builder_version="3.0.87″ parallax_effect="off" use_border_color="off" border_color="#ffffff" border_style="solid"][/et_pb_post_title][et_pb_text _builder_version="4.4.9″ background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat" hover_enabled="0″ z_index_tablet="500″ use_border_color="off"]

Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah mengakui ada bukti yang muncul bahwa Virus Corona dapat disebarkan oleh partikel-partikel kecil yang melayang di udara.

Dalam update tentang virus corona, yang dirilis 29 Juni, WHO mengatakan penularan virus Corona (covid-19) lewat udara hanya mungkin terjadi jika droplet atau percikan yang keluar saat batuk.

Dikutip dari New York Times, dalam surat terbuka kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 239 ilmuwan di 32 negara, telah menguraikan bukti yang menunjukkan bahwa virus Corona memiliki partikel yang lebih kecil dan dapat menginfeksi manusia.

"Kami ingin mereka mengakui bukti," Jose Jimenez, seorang ahli kimia di University of Colorado yang ikut di dalam penelitian.

"Ini jelas bukan serangan terhadap WHO. Ini debat ilmiah, tetapi kami merasa kami harus mengumumkannya kepada publik karena mereka menolak untuk mendengar bukti setelah banyak percakapan dengan mereka," katanya.

Dalam pengaturan layanan kesehatan, jika penularan aerosol menimbulkan risiko maka kami memahami petugas layanan kesehatan harus benar-benar mengenakan peralatan pencegahan terbaik.

"Dan di masyarakat, jika kita berpikir tentang transmisi aerosol menjadi risiko tertentu, maka kita perlu berpikir tentang bagaimana mencegah peristiwa penyebaran super yang lebih besar, wabah yang lebih besar dan yang terjadi di lingkungan dalam ruangan dengan ventilasi yang buruk, dengan sesak dan berkepanjangan kontak jarak dekat."

Benedetta Allegranzi, pimpinan teknis WHO untuk pencegahan dan pengendalian infeksi, mengatakan ada bukti yang menunjukkan penularan virus corona melalui udara. Tapi hal itu masih belum pasti, dan bahwa bukti yang muncul dari penularan korona virus melalui udara di "lingkungan padat, tertutup, berventilasi buruk yang telah dijelaskan, memang tidak dapat dikesampingkan".

Meskipun demikian, tambahnya, memang perlu lebih banyak lagi bukti yang dikumpulkan untuk bisa mendukung penelitian ini.

Dan Jika penelitian ini nantinya bisa benar-benar terbukti dan disetujui oleh WHO, maka protokol kesehatan baru harus bisa segera pula diterbitkan. Proses sosialisasi protokol baru juga harus dengan cepat dilakukan agar pencegahan bisa berjalan dengan efektif.

Source:

  • cnbc.com
  • New York Times

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Itulah tadi informasi mengenai Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara ? dan sekianlah artikel dari kami sewaambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Monday, August 17, 2020

PCR Swab Berbeda Dengan Rapid Test oleh - sewaambulancebekasi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website sewaambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar PCR Swab Berbeda Dengan Rapid Test, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

[et_pb_section fb_built="1″ _builder_version="3.22″ transparent_background="off" make_fullwidth="off" use_custom_width="on" width_unit="on" custom_width_px="700px"][et_pb_row _builder_version="3.25″ background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat" max_width="700px" make_fullwidth="off" use_custom_width="on" width_unit="on" custom_width_px="700px"][et_pb_column type="4_4″ _builder_version="3.25″ custom_padding="|||" custom_padding__hover="|||"][et_pb_post_title comments="off" _builder_version="3.0.87″ parallax_effect="off" use_border_color="off" border_color="#ffffff" border_style="solid"][/et_pb_post_title][et_pb_text _builder_version="4.5.1″ background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat" hover_enabled="0″ z_index_tablet="500″ use_border_color="off"]

PCR Swab atau yang lebih di kenal dengan swab test adalah pemeriksaan test laboratorium untuk medeteksi material-material genetik dari sel, bakteri ataupun virus. Metode PCR swab salah satu yang di gunakan untuk mendeteksi genetik virus corona (covid-19) dalam tubuh.

Ada dua metode yang biasa digunakan untuk mendeteksi virus corona, PCR Swab dan Rapid test walaupun sama digunakan untuk mendeteksi virus corona kedua test tersebut memiliki perbedaan.

Perbedaan mendasar keduanya rapid test sebagai pemeriksaan tahap awal sedangkan PCR swab untuk mendiagnosis secara final.

Selain itu prosedur rapid test menggunakan sampel darah sedangkan PCR swab menggunakan dahak atau liur, Dari keakuratan hasil PCR swab test tentu jauh lebih akurat karena merupakan tes final.

PCR swab dan rapid test tidak bisa dijadikan sebagai deteksi pasti Corona. Karena, positif atau negatifnya terkena Corona adalah dari daya tahan atau imun dalam tubuh seseorang. Jika daya tahan tubuh bagus, orang tersebut akan bisa dinyatakan negatif atau sembuh.

Karena itu pentingnya menjaga imun tubuh dengan menjalani gaya hidup sehat dan menjalani protocol Kesehatan yang ada seperti :

  • Gunakan masker ketika bepergian keluar rumah

Saran dari Centers for Disease Control and Prevention, lembaga kesehatan AS, yang mengatakan bahwa kita perlu mengenakan masker kain di ruang publik. Terutama, bila kita pergi ke tempat yang cukup dipadati dengan orang. Misal, ketika Anda pergi ke toko obat, supermarket, maupun tempat lainnya. Dengan mengenakan masker, kita diharapkan dapat memperlambat dan mencegah penyebaran virus dari satu orang ke orang lainnya.

  • Bawa hand sanitizer, menjaga Jarak (physical distancing) dan menjauhi keramaian

Saat new normal ini aktivitas di tempat tempat umum takkan terelakan, karena itu membawa hand sanitizer, menjaga jarak dan menjauhi keramaian salah satu langkah penting dalam menjalani protocol Kesehatan, Sebab, kita tidak pernah benar-benar mengetahui kondisi kesehatan orang yang kita temui. Daripada mengambil risiko, lebih baik kita tetap berdiam di rumah dan menjaga diri, kecuali saat terpaksa.

  • Memanfaatkan teknologi digital

Dalam masa pandemi seperti ini, ada baiknya bila kita memanfaatkan teknologi digital yang saat ini ada, teknologi digital saat di kondisi ini sangat membantu dalam hal effektifitas dan effisiensi.

Menggunakan metode cashless dalam berbelanja sampai memonitor progress Kesehatan baik gula darah ataupun tekanan darah yang bisa di lakukan dari rumah dan di mana saja.

Aplikasi +hubsehat bisa membantu memonitor progress dan grafik gula darah, tekanan darah ataupun Riwayat Kesehatan yang telah Disimpan semua hasil tes, lab dan medical record yang telah disimpan dalam aplikasi +hubsehat bisa membantu untuk dengan cepat mengambil tindakan dan berkonsultasi dengan dokter pribadi, ataupun jika di butuhkan bisa menggunakan fitur second opinion saat kondisi sekarang ini yang tidak memungkinkan untuk traveling.

Aplikasi +hubsehat sebagai Rekam medis elektronik (EMR) memudahkan orang dengan dalam memonitor dan mengkontrol kadar gula darah kapan dan dimana saja, hadir di beberapa platform populer seperti Android, IOS dan WEB base menjadi solusi dalam mengelola Kesehatan.

Source pic : Medical vector created by freepik – www.freepik.com

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Itulah tadi informasi mengenai PCR Swab Berbeda Dengan Rapid Test dan sekianlah artikel dari kami sewaambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Wednesday, August 12, 2020

Mengenal dan Memahami Anak Autis yang Istimewa oleh - sewaambulancebekasi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website sewaambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mengenal dan Memahami Anak Autis yang Istimewa oleh - sewaambulancebekasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Barangkali belum semua orang bisa langsung mengenali seorang anak autis. Mereka memang sepintas lalu terlihat sama saja dengan anak-anak kebanyakan. Setelah beberapa saat diamati, barulah terlihat ada satu dua hal istimewa yang biasa dilakukan oleh anak autis.

Anda bayangkan saja ada seorang balita berusia 4 tahun dengan wajahnya yang menggemaskan. Sekilas tidak ada yang ganjil dari penampilannya. Namun ada sesuatu yang membuat balita ini berbeda.

Dibandingkan bermain dengan teman-teman sebayanya, ia lebih suka memutar-mutar roda mobil-mobilannya berulang kali, lagi dan lagi. Ia tidak bisa lepas dari mainan itu meskipun ada begitu banyak mainan lain di sekitarnya. Anda mencoba untuk memanggil namanya, namun ia tidak menghiraukan Anda. Anda mencoba menarik perhatiannya dengan mengajaknya bicara dan tersenyum padanya, namun ia tidak balas tersenyum.

Apa yang muncul di benak Anda mengenai balita ini?

Ya, mungkin Anda berpikir bahwa sikapnya biasa saja, namanya juga anak kecil. Biasalah ya, suka agak-agak jual mahal kalau bertemu dengan orang asing, atau orang yang tak biasa bersamanya sehari-hari.

Atau, mungkin juga Anda menduga bahwa anak tersebut kurang mendapat asuhan orang tuanya. Terbiasa sendiri, maka ia pun tak peduli pada lingkungannya. Mungkin ia tak pernah diajari untuk bersopan santun.

Ya, mungkin itulah yang terlintas di benak Anda, bukan?

Bisa saja memang hal-hal tersebut yang menjadi penyebab si balita tak merespons Anda. Tapi juga ada kemungkinan lain; balita itu adalah anak autis.

Memang secara fisik, seorang anak autis tampak baik-baik saja. Karena hal ini pulalah, anak dengan autisme sering kali disalah mengerti oleh orang di sekitarnya. Ada yang menganggap mereka sebagai anak nakal, bodoh, atau aneh. Lebih sedih lagi, karena dianggap bodoh, anak autis lantas mengalami perlakuan diskriminatif. Duh!

Padahal mereka adalah anak-anak istimewa yang membutuhkan bantuan kita. Oleh karena itu, coba yuk, kita dalami lebih jauh mengenai anak autis ini.

Pengertian Autisme

Autisme adalah spektrum gangguan perkembangan pada aspek-aspek berikut:

  • Gangguan komunikasi, termasuk kesulitan menggunakan dan memahami bahasa, termasuk mengulang-ulang kalimat atau kata tertentu atau mempunyai keterbatasan dalam berbicara.
  • Gangguan sosial, termasuk kesulitan berinteraksi dan berteman dengan orang lain, kesulitan dalam memahami ekspresi wajah orang, dan kesulitan dalam melakukan kontak mata.
  • Gangguan perilaku, misalnya melakukan gerakan yang sama berulang-ulang atau mengulangi bunyi atau kata-kata tertentu secara berulang-ulang.

Menurut WHO, statistik menunjukkan bahwa ada 1 dari 160 anak mengalami autisme.

Hmmm, bukan angka statistik yang kecil, bukan? Namun, yang perlu kita ketahui bahwa autisme merupakan spektrum, yang artinya setiap anak dengan autisme bisa saja memiliki gejala dan tingkat keparahan yang berbeda-beda, mulai dari ringan hingga sangat berat.

Ada anak autis yang seumur hidup memerlukan bantuan orang lain untuk melakukan kegiatan sehari-hari, namun ada juga yang dapat hidup mandiri. Bahkan ada anak autis yang memiliki tingkat intelegensi di atas rata-rata, atau memiliki bakat di bidang seni, matematika, sains, dan sebagainya. Gejalanya begitu ringan, seolah-olah tidak ada yang salah hingga banyak yang tidak menyadari bahwa orang tersebut menderita gangguan autis.

Autisme sendiri terkadang muncul bersamaan dengan kondisi lain, seperti epilepsi, depresi, kecemasan, gangguan perhatian dan hiperaktivitas. Karena itulah, mengapa kita harus mengenali dan menangani gangguan ini melalui pendekatan yang menyeluruh.

Seorang anak yang menunjukkan gejala-gejala autisme tidak akan serta merta dinyatakan sebagai anak autis tanpa melalui serangkaian tes dan diagnosis.

Penyebab Autisme

Hingga saat ini masih belum jelas apa yang menjadi penyebab autisme. Beberapa faktor diperkirakan berkaitan terhadap kejadian autisme ini, termasuk genetik dan lingkungan.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa materi genetik yang diturunkan dari orang tua dapat berisiko terjadinya autism pada anak. Kemudian risiko yang dipengaruhi oleh faktor genetic tersebut dapat berpotensi lebih besar jika didorong adanya faktor lingkungan. Beberapa faktor yang dapat berpengaruh diantaranya kelahiran premature (sebelum 35 minggu) atau paparan alkohol dan pengobatan tertentu (misalnya pengobatan epilepsi).

Namun, harap diingat, bahwa autisme sendiri telah terbukti tidak disebabkan oleh pola asuh yang salah maupun akibat vaksin.

Jadi kalau ada isu vaksin bisa menyebabkan autisme, hal itu tidaklah benar.

Deteksi Anak Autis

Umumnya gejala anak autis akan terlihat pada 5 tahun awal kehidupannya, dan terus berlanjut hingga dewasa.

Diagnosis autisme sendiri dapat dilakukan dengan melihat perilaku dan perkembangan anak, dan dapat ditegakkan sejak usia 2 tahun oleh tenaga kesehatan profesional.

Akan perlu dilakukan pemeriksaan skrining lebih awal pada anak, jika ia terdeteksi memiliki risiko tinggi.

Seperti apa yang termasuk risiko tinggi itu? Yaitu mereka yang:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan autisme
  • Memiliki perilaku yang mengarah pada autisme
  • Riwayat lahir prematur
  • Berat badan lahir rendah.

Deteksi dini dan penanganan dengan segera sangatlah penting untuk mengurangi gejala autisme dan meningkatkan kualitas hidup anak dengan autisme dan keluarganya.

Nah, jika Anda memiliki anak atau keponakan yang masih balita, dan Anda ingin tahu apakah ia memiliki kecenderungan autisme, Anda dapat memperhatikan beberapa gejalanya.

Beberapa gejala yang bisa menunjukkan kemungkinan autisme:

  • Tidak merespon saat namanya dipanggil pada usia 12 bulan
  • Tidak mau menunjuk mainan atau benda tertentu untuk memperlihatkan ketertarikannya pada usia 14 bulan
  • Tidak mau melakukan permainan yang bersifat interaksi (misalnya bermain pura-pura) pada usia 18 bulan.

Sebenarnya masih ada banyak gejala lain yang bisa mengarah pada autisme. Agar lebih detail, sebaiknya Anda langsung saja berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang terpercaya.

Ketika anak berusia 18 bulan dan 24 bulan, ada baiknya jika dilakukan pemeriksaan skrining autisme oleh tenaga kesehatan yang terlatih karena semakin cepat autisme didiagnosis, maka akan semakin besar peluang bagi kita untuk berusaha meningkatkan kualitas hidup penderitanya.

Terapi Autisme

Hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan autisme, namun ada berbagai terapi yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejalanya.

Terapinya sendiri bisa berbeda-beda tergantung dari gejala dan tingkat keparahan gangguan. Terapi yang dapat diberikan biasanya berupa:

  • Terapi perilaku. Pada umumnya anak autis merasa sulit mengekspresikan kebutuhannya. Mereka sering kali merasa frustrasi, saat orang-orang di sekitarnya tak mengerti apa mau mereka. Anak autis juga sering hipersensitif terhadap sentuhan, cahaya, dan juga suara.
  • Terapi wicara. Salah satu gejala paling umum yang terjadi pada anak autis adalah mengalami kesulitan dalam berbahasa ataupun berkomunikasi dengan orang lain. Terapi wicara dan berbahasa yang diberikan oleh terapis yang terlatih akan sangat menolong anak autis.
  • Terapi okupasi, yaitu terapi yang dilakukan untuk meningkatkan motorik halus anak autis.
  • Terapi psikososial lainnya, yang terbukti dapat mengurangi gangguan komunikasi dan sosial, serta meningkatkan kualitas hidup penderita. Umumnya anak autis mengalami kelemahan yang cukup signifikan dalam kemampuan bicara dan bahasa sehingga dapat menggunakan media gambar untuk membantu dalam komunikasi.

Meski ada banyak terapi yang bisa dilakukan, namun kualitas hidup anak autis tidak akan bisa meningkat tanpa dukungan dari keluarga.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh keluarga demi peningkatan kualitas hidup anak autis, di antaranya:

  • Jangan memaksa anak untuk melakukan sesuatu, jika ia memang tidak ingin melakukannya.
  • Seperti yang kita tahu, anak autis mengalami kesulitan untuk mengungkapkan keinginan dan kebutuhan. Karena itu, kesabaran dalam menghadapinya adalah hal penting.
  • Jauhkan dari hal-hal yang berbau kekerasan atau perilaku kasar.
  • Buat jadwal rutin kegiatannya sehari-hari, agar ia berlatih untuk berpindah dari aktivitas satu ke yang lainnya secara lebih terstruktur.
  • Tetap berikan ia waktu untuk dirinya sendiri.
  • Meminimalkan kebisingan suara dalam mendidik anak autis
  • Dapat menggunakan bahasa yang sederhana, perlahan dan jelas serta berikan jeda diantara kata agar anak autis lebih memahami
  • Tambahkan gerakan tertentu pada kata yang disampaikan agar anak lebih memahami

Dengan dukungan dan perhatian yang cukup, diharapkan anak autis akan mampu mencapai potensinya seoptimal mungkin untuk dapat menghadapi dunia luar.

Credit Title

  • Penulis                 : Citra Indriani
  • Editor 1                : Putri Tiara Rosha,SKM.,MPH
  • Editor 2                : Fitri Handayani,S.Kep.,MPH
  • Content Writer  : Carolina N. Ratri
  • Redaktur 1          : dr. Fatwa Sari Tetra Dewi,MPH.,Ph.D
  • Redaktur 2          : dr. Fitriana,MSc.,FM

Referensi

  • WHO, 2017, “Autism Spectrum Disorders”, diakses dari https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/autism-spectrum-disorders pada 3 Juni 2018
  • Benson S, 2016, “What is Autism Spectrum Disorder?”, American Psychiatric Association, diakses dari https://www.psychiatry.org/patient-families/autism/what-is-autism-spectrum-disorder pada 3 Juni 2018
  • National Institute of Mental Health, 2015, “Autism spectrum disorder”, pp. 1-8
  • NHS database, 2016, “Overview autism spectrum disoreder (ASD)”, diakses dari https://www.nhs.uk/conditions/autism pada 15 September 2018

Itulah tadi informasi dari slot online mengenai Mengenal dan Memahami Anak Autis yang Istimewa oleh - sewaambulancebekasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami sewaambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Monday, July 27, 2020

Begini Ternyata Cara Menyajikan Makanan Sehat yang Benar Agar Kesehatan Selalu Terjaga oleh - sewaambulancebekasi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website sewaambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Begini Ternyata Cara Menyajikan Makanan Sehat yang Benar Agar Kesehatan Selalu Terjaga oleh - sewaambulancebekasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Hampir setiap saat kita bertemu dengan makanan. Ya, hampir setiap saat. Mengapa? Tak lain karena tubuh kita membutuhkan makananâ€"terutama makanan sehatâ€"untuk menyuplai energi sehingga kita dapat melakukan aktivitas kita sehari-hari.

Secara umum, kita memang dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sebesar 2000 kkal lebih satuan energi tiap hari. Namun, hal ini tentunya relatif tergantung pada kebutuhan kita masing-masing juga, karena setiap orang memiliki kebutuhan energi yang berbeda-beda.

Akan tetapi sebelum kita mengonsumsi makanan tersebut, hendaknya kita mengetahui lebih dahulu mengenai cara menyajikan makanan sehat dengan baik dan benar, selain fakta bahwa kita harus makan makanan yang bergizi agar tubuh kita terpenuhi kebutuhan nutrisinya sehingga tubuh pun menjadi sehat.

Perlu kita ketahui, bahwa menurut data Food Standards Agency di Inggris, ada setidaknya 100 orang meninggal setiap tahunnya karena keracunan masakannya sendiri, yang umumnya disebabkan oleh bakteri yang mengontaminasi makanan.

Jadi, itulah mengapa kita harus waspada dan berhati-hati dalam pengolahan makanan kita sendiri, karena ancaman penyakit dan keracunan bisa membahayakan nyawa kita.

Lalu, bagaimana ya cara menyajikan makanan dengan benar dan higienis? Apakah cara kita menyajikan makanan yang kita lakukan sehari-hari selama ini sudah benar, higienis, dan aman?

Yuk, coba kita cek jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang membuat kita penasaran di atas pada paparan selanjutnya. Baca artikel ini sampai selesai ya.

Langkah-langkah penyajian makanan sehat yang perlu kita ketahui

1. Membersihkan makanan dan alat-alatnya

Langkah membersihkan makanan sebelum dimasak sangatlah penting, karena Anda pasti mengerti betul bahwa kebersihan adalah pangkal dari kesehatan.

Ya, langkah untuk membersihkan bahan makanan ini bertujuan untuk menghilangkan berbagai kotoran, yang bisa berupa bakteri, kuman, dan parasit, yang kalau sampai ikut terkonsumsi akan bisa membahayakan lantaran bisa menimbulkan penyakit.

Apa saja yang perlu kita perhatikan dan lakukan dalam tahap membersihkan bahan makanan sebelum dimasak ini? Di antaranya adalah:

  • Mencuci tangan. Tangan harus selalu dicuci dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik sebelum dan sesudah menyiapkan makanan dan sebelum makan. Kuman bisa saja menempel di tangan kita kapan saja kan?
  • Cuci peralatan makan. Seperti halnya tangan, peralatan makan pun harus dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan untuk memasak, mulai dari piring, sendok, talenan hingga meja tempat kita memasak. Mengapa? Karena kuman setiap saat bisa hinggap di mana pun, termasuk di peralatan masak yang kita gunakan. Khusus untuk talenan dan meja, dianjurkan untuk dicuci menggunakan air sabun yang hangat, karena material peralatan tersebut  memungkinkan kuman masih belum hilang ketika dicuci hanya dengan sabun biasa. Seperti material kayu, misalnya, terutama ketika digunakan untuk menyiapkan daging-dagingan., lantaran daging-dagingan lebih berisiko tinggi dapat menyebarkan kuman. Nanti secara rinci akan kita bahas di langkah selanjutnya ya.
  • Bahan makanan segar, seperti buah dan sayur. Buah-buahan dan sayur segar sebaiknya dibilas dengan air mengalir.

2. Memisahkan Makanan

Langkah selanjutnya dalam menyajikan makanan dengan sehat dan aman adalah memisahkan antara makanan satu dengan yang lainnya.

Langkah memisahkan ini merupakan langkah untuk memisahkan antara makanan tertentu agar tidak terjadi kontaminasi silang.

Misalnya saja, daging. Daging perlu dipisahkan dari makanan lain karena dapat menyebabkan kontaminasi silang, yaitu proses menyebarnya kuman dari daging ke makanan yang lain. Kontaminasi silang inilah yang sering menyebabkan penyakit dari patogen yang ditularkan melalui makanan.

Sekadar contoh, masih menurut data dari Food Standards Agency, jenis bakteri Campylobacter merupakan jenis bakteri yang  paling banyak menyebar ke 65% daging ayam yang diperjualbelikan di Inggris. Bahkan, lebih mirisnya lagi, bakteri ini telah ditemukan di 6% daging ayam yang ada di supermarket.

Maka dari itu, kita harus betul-betul memperhatikan bagian ini. Daging mentah, unggas, makanan laut, dan telur juga dapat menyebarkan kuman, karena itu perlu untuk dipisahkan.

Kemudian peralatan yang berhubungan dengan makanan di atas juga perlu untuk dipisahkan, seperti talenan untuk daging dan sayur harus berbeda. Kemudian, selanjutnya pisahkan daging, unggas, makanan laut, dan telur dengan makanan lain saat disimpan di lemari es.

3. Memasak Makanan

Makanan sehat yang aman dikonsumsi perlu dimasak dengan suhu internal yang cukup tinggi agar kuman-kuman yang berada di makanan tersebut benar-benar mati.

Melihat warna dan tekstur dari makanan yang dimasak saja sepertinya kurang cukup untuk bisa mengetahui apakah makanan tersebut sudah benar-benar masak atau belum.

Oleh karena itu bila perlu, gunakanlah termometer agar kita bisa mengetahui suhu aman dengan tepat. Ini adalah daftar suhu yang diperlukan untuk memasak berbagai makanan sehat:

  • 63°C untuk seluruh potongan daging sapi, daging sapi muda dan daging domba.
  • 71°C untuk daging giling, seperti daging sapi.
  • 74°C untuk semua unggas  termasuk ayam dan bebek.

Setelah selesai menggunakan termometer, cucilah segera termometer dengan air agar mencegah kontaminasi silang.

4. Mendinginkan Makanan

Jika makanan kita ternyata belum habis, maka  kita harus segera menyimpannya ke dalam kulkas atau lemari es, agar tetap segar dan aman jika ingin dimakan kembali nanti.

Sesegeralah mungkin simpan, setidaknya dalam waktu kurang dari dua jam setelah dimasak. Jangan biarkan makanan terbuka di udara semalaman.

Namun, ada yang perlu untuk diperhatikan, yaitu biarkan hidangan panas untuk dingin sebentar sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Suhu kulkas pun harus diatur, naikkan suhunya hingga 5 derajat Celcius.

Seandainya Anda jarang melakukan hal ini karena makanan yang dimasak biasanya selalu langsung habis, maka langkah ini bisa diabaikan, dan kita bisa  lanjutkan ke langkah berikutnya.

5. Menghangatkan Makanan

Nah, kalau kita sudah memasukkan makanan dan membiarkannya mendingin di dalam lemari es, maka saat kita ingin memakannya lagi, kita harus mencairkannya terlebih dulu.

Namun, harap diingat, bahwa tidak semua makanan bisa dipanaskan kembali. Beberapa bahan makanan yang boleh dipanaskan lagi adalah makanan dengan bahan daging, susu, krim, saus, dan pasta.

Ada beberapa bahan makanan yang sebaiknya tidak dihangatkan lagi. Salah satunya adalah nasi. Nasi bisa terkontaminasi oleh bakteri yang bernama Bacillus Cereus, yang sebenarnya mati jika terkena suhu panas, namun bisa saja meninggalkan spora yang beracun sekaligus tahan terhadap suhu panas.

Bahan makanan lain yang sebaiknya tak dipanaskan untuk yang kedua kali adalah:

  • Bayam, karena ada kandungan nitrit yang akan muncul pada pemanasan kedua yang berbahaya
  • Seledri, yang kandungan nitratnya juga akan berubah menjadi nitrit.
  • Kentang, yang berpeluang ditumbuhi oleh bakter C. Botulinum yang bisa membuat kita merasa lemas dan pandangan kabur.
  • Jamur, lantaran bisa mengubah komposisi proteinnya sehingga malah mengganggu pencernaan.
  • Makanan bersantan, karena akan mengubah lemak baiknya menjadi lemak jahat yang berbahaya untuk kolesterol.

Untuk memanaskannya, akan lebih baik jika makanan Anda panaskan dengan dimasak di atas kompor, ketimbang dipanaskan dalam microwave. Pasalnya, pemanasan dengan microwave berisiko hanya panas di bagian permukaan saja, tidak sampai ke bagian dalam, sehingga akan berpeluang terhadap perkembangbiakan bakteri.

Nah, demikianlah langkah-langkah tepat dalam menyajikan makanan sehat dengan aman.

Jadi, apakah cara menyajikan makanan sehat Anda selama ini sudah benar? Seandainya belum, tak mengapa. Anda bisa memulainya hari ini. Tak pernah ada kata terlambat, bukan?

Salam sehat!

Credit Title

  • Penulis                 : Nita Sondara (Jurusan Agribisnis, Universitas Siliwangi)
  • Editor 1                : Putri Tiara Rosha,SKM.,MPH
  • Editor 2                : Fitri Handayani,S.Kep.,MPH
  • Content Writer  : Carolina N. Ratri
  • Redaktur 1          : dr. Fatwa Sari Tetra Dewi,MPH.,Ph.D
  • Redaktur 2          : dr. Fitriana,MSc.,FM

Referensi

Itulah tadi informasi dari agen poker mengenai Begini Ternyata Cara Menyajikan Makanan Sehat yang Benar Agar Kesehatan Selalu Terjaga oleh - sewaambulancebekasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami sewaambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 26, 2020

Jangan Abaikan Kesehatan Gigi dan Mulut, Lakukan Perawatan Sebelum Terasa Nyeri oleh - sewaambulancebekasi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website sewaambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Jangan Abaikan Kesehatan Gigi dan Mulut, Lakukan Perawatan Sebelum Terasa Nyeri oleh - sewaambulancebekasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Pernah mendengar lagu “Sakit Gigi” yang dinyanyikan oleh Meggy Z? Salah satu liriknya berbunyi, “Daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi ini. Biar, tak mengapa ….”

Benarkah sakit gigi lebih baik daripada sakit hati? Barangkali jawabannya akan subjektif sekali ya, bisa beragam tergantung pada pengalaman masing-masing. Namun, pasti Anda juga setuju, bahwa pengalaman sakit gigi itu tak pernah mengenakkanâ€"bahkan cenderung mengerikan. Kalau boleh memilih, pasti tak ada di antara kita yang mau mengalami baik sakit gigi maupun sakit hati.

Kesehatan Gigi dan Mulut yang Sering Diabaikan

Sakit gigi menjadi salah satu keluhan yang kerap disampaikan oleh pasien yang datang ke Puskesmas ataupun tempat pelayanan kesehatan lainnya. Namun, ironisnya, kesehatan gigi dan mulut memang menjadi prioritas terakhir di masyarakat kita.

Coba saja amati, kebanyakan orang akan datang untuk memeriksakan gigi mereka setelah mengalami sakit gigi, atau merasakan nyeri yang hebat. Bila nyerinya hilang, persoalan dianggap selesai. Padahal, perawatan kesehatan gigi dan mulut tidak hanya dilakukan saat tanda nyerinya muncul saja.

Hal ini terjadi karena adanya kesalahan persepsi mengenai perilaku perawatan kesehatan gigi. Banyak yang menganggap, bahwa adalah wajar jika ada karies gigi, wajar pula banyak gigi yang tanggal saat kita berusia lanjut. Penyakit gigi dianggap bukan penyakit yang berbahaya, dan bahkan perawatan gigi justru dijauhi lantaran malah membuat sakit (Tampubolon, 2005).

Padahal, tahukah Anda, dengan tahu-mau-mampu melakukan perawatan kesehatan gigi dan mulut, serta pencegahan penyakit gigi yang tepat, kita bisa saja mempertahankan gigi geligi asli kita seumur hidup lo. Tak hanya tetap utuh, gigi geligi kita bisa tetap berfungsi optimal sehingga membuat kualitas hidup kita pun lebih baik.

Kondisi Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat Indonesia

Data riset terakhir melaporkan, bahwa masyarakat Indonesia yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut ada sekitar 25,9%. Dari total persentase yang bermasalah tersebut, hanya sekitar 8,1% saja yang meminta dan memperoleh perawatan di tempat pelayanann kesehatan.

Begitu pula mengenai kebiasaan menyikat gigi sesuai cara dan waktu yang disarankan. Hanya 2,3% masyarakat Indonesia yang melakukannya (Riskedas, 2013).

Data ini menunjukkan fakta, bahwa masyarakat kita masih menganggap sepele masalah kesehatan gigi dan mulut. Dengan kondisi ini, mau seberapa banyak pun usaha promotid dan preventif tidak akan berhasil dengan baik, dan sia-sia belaka.

Penyebab Kurangnya Perhatian akan Kesehatan Mulut dan Gigi

Rendahnya tindakan preventif terhadap penyakit gigi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Rendahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang benar mengenai kesehatan gigi dan mulut.
  2. Kurangnya jumlah dan intensitas tenaga kesehatan dalam melakukan kegiatan promotif, yaitu memberikan pemahaman yang benar dan motivasi bagi masyarakat agar aktif melakukan pencegahan terhadap penyakit gigi dan mulut.
  3. Kurangnya fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai, apalagi untuk daerah-daerah yang cukup terpencil. Hambatan lain dalam hal ini juga berkaitan dengan budaya atau keyakinan warga setempat. Salah satunya adalah kebiasaan menginang. Mari kita telusuri lebih lanjut mengenai hal ini.

Kebiasaan Menginang di Beberapa Tempat di Indonesia

Kebiasan menginangâ€"atau yang biasa kita sebut dengan makan sirih pinangâ€"menjadi salah satu kebiasaan masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia. Khususnya di wilayah bagian timur, yaitu di Papua dan Nusa Tenggara Timur.

Menginang dianggap sebagai ritual adat, sehingga tak heran jika aktivitas ini menjadi rutinitas dalam suatu kelompok masyarakat.

Menariknya, mereka yang menginang sering berdalih, “Kakek nenek kita dulu yang biasa makan sirih pinang tak pernah mengeluh sakit gigi seperti halnya kita sekarang.”

Apakah benar, menginang bisa menghindarkan kita dari penyakit gigi? Apakah benar, sirih pinang baik untuk kesehatan gigi dan mulut?

Ternyata tidak. Pendapat ini ternyata keliru. Menurut penelusuran, menginang justru malah menyebabkan beberapa masalah kesehatan gigi dan mulut, di antaranya:

  • Menyebabkan gingivitis, atau radang gusi (Nesi, 2007)
  • Memperburuk kondisi periodontal, atau gigi dan jaringan di sekitarnya (Fatlolona, dkk., 2016)
  • Menyebabkan karies gigi, atau hilangnya bagian gigi yang keras sehingga mudah berlubang (Uamang, dkk., 2017)
  • Tingkat kebesihan gigi dan mulut lebih rendah (Siagian, 2012)
  • Menyebabkan gigi tidak utuh, bahkan ada yang tumbuh tidak beraturan, tanggal, dan warna gigi berubah menjadi hita, (Iptika, 2013).

Lalu bagaimana? Apakah kemudian kegiatan menyirih atau menginang ini harus dilarang? Tentu saja tidak mungkin, apalagi kegiatan ini sudah menjadi bagian dari tradisi dan budaya, maka akan sulit untuk menghilangkannya.

Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan untuk merawat kesehatan gigi dan mulut meski kita menyirih atau menginang adalah mengurangi frekuensi penggunaannya. Dan, jangan lupa untuk membersihkan gigi dan mulut setelah menginang.

Yuk, Tumbuhkan Kebiasaan Baik Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Gangguan kesehatan gigi dan mulut bisa menurunkan kualitas hidup kita, seperti terbatasnya fungsi untuk mengunyah, sulit tidur dan berkonsentrasiâ€"terutama jika timbul rasa nyeriâ€"juga bisa membuat kita merasa tak percaya diri kalau napas bau, gigi berwarna hitam, dan sebagainya.

Makaâ€"tidak bisa tidakâ€"kita harus melakukan tindakan pencegahan terhadap permasalahan gigi ini, yaitu dengan mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut kita. Salah satunya adalah dengan sikat gigi dengan cara dan dalam waktu yang benar.

Kata “sikat” yang dimaksud tidak hanya mewakili kegiatan menggosok gigi, tapi menyangkut  keseluruhan tindakan pencegahan.

Semangat melakukan pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut ini biasanya paling gencar dilakukan saat memperingati hari kesehatan gigi dan mulut, baik level internasional maupun nasional. Hari Kesehatan Gigi dan Mulut (HKGM) sedunia yang dirayakan 20 Maret 2018 lalu mengusung tema ‘Say Ahh’ dengan subtema ‘Think Mouth, Think Health’. Kemudian dilanjutkan lagi dengan HKGM Nasional yang diperingati tanggal 12 September 2018, sehingga bulan September ditetapkan sebagai bulan Kesehatan Gigi dan Mulut.

Semua perayaan hari spesial tersebut bertujuan untuk menggemakan seruan tentang pencegahan segala gangguan pada gigi dan mulut. Kegiatannya bermacam-macam, seperti:

  • Penyuluhan
  • Simulasi perawatan atau menggosok gigi
  • Pemeriksaan dan penatalaksanaan masalah kesehatan gigi dan mulut.

Dalam peringatan ini, pemerintah, sektor swasta dan masyarakat umum bekerja sama melaksanakannya, sehingga bisa semakin berdampak luas.

Lewat peringatan tersebut, kita semua mestinya ikut bersemangat menerapkan saran-saran sederhana agar kesehatan gigi dan mulut terjaga, yaitu meliputi:

  • Rutin menggosok gigi dengan teknik yang benar. Frekuensi yang disarakan minimal 2 kali sehari, pada pagi hari dan malam hari menjelang tidur.
  • Sebisa mungkin untuk menghindari makanan yang manis dan lengket. Kalaupun terpaksa mengonsumsi makanan manis, sebaiknya segera membersihkan gigi dan mulut setelahnya.
  • Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Masalah kesehatan gigi bukan hanya menunggu tanda nyeri timbul dan baru mencari pertolongan. Deteksi dini sangat penting agar cepat melakukan tindakan yang tepat.
  • Kurangi faktor risiko lain, seperti menginang, merokok, dan sebagainya.

Dengan tindakan-tindakan pencegahan yang kemudian menjadi kebiasaan ini, maka kita tak perlu lagi memilih mau sakit hati atau sakit gigi. Karena, percayalah, dua-duanya sungguh tak mengenakkan. Atau, mungkin kita akan semakin sakit hati bila baru menyadari pentingnya perawatan gigi saat munculnya gejala sakit gigi. Yuk, sikat sebelum sakit!

Credit Title

  • Penulis                 : Saverinus Suhardin, S.Kep.,Ns (Perawat, Almuni Pendidikan Ners FKp Unair dan pengajar di Akper Maranatha Kupang)
  • Editor 1                : Putri Tiara Rosha,SKM.,MPH
  • Editor 2                : Fitri Handayani,S.Kep.,MPH
  • Content Writer  : Carolina N. Ratri
  • Redaktur 1          : dr. Fatwa Sari Tetra Dewi,MPH.,Ph.D
  • Redaktur 2          : dr. Fitriana,MSc.,FM

Referensi:

  • Fatlolona, Pandelaki, & Mintjelungan. (2016). Hubungan Status Kesehatan Periodontal dengan Kebiasaan Menyirih pada Mahasiswa Etnis Papua di Manado. Artikel penelitian pada Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Diakses tanggal 12 September 2018 dari: file:///C:/Users/Mr.%20X/Downloads/3156-5893-1-SM.pdf
  • Iptika, Amalisa. (2013). Keterkaitan Kebiasaan dan Kepercayaan Mengunyah Sirih Pinang dengan Kesehatan Gigi. penelitian pada Departemen Antropologi FISIP Universitas Airlangga. Diakses tanggal 12 September 2018 dari: http://journal.unair.ac.id/filerPDF/aun712fc6fc38full.pdf
  • Kementrian Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI
  • Nesi, Agustina. (2007). Hubungan Antara Makan Sirih Pinang dan Kebersihan Gigi dan Mulut dengan Kejadian Gingivitis: Studi di Kelurahan Eban, Kec. Miomaffo Barat, Kab. TTS, NTT. Skripsi pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Surabaya. Diakses tanggal 12 September 2018 dari: http://repository.unair.ac.id/22207/1/gdlhub-gdl-s1-2008-nesiagusti-8580-fkm138-k.pdf
  • Siagian, V. Krista. (2012). Status kebersihan gigi dan mulut Suku Papua pengunyah pinang di Manado. Dentofasial, Vol.11, No.1, Februari 2012:1-6. Diakses tanggal 12 September 2018 dari: file:///C:/Users/Mr.%20X/Downloads/285-564-1-SM.pdf
  • Tampubolon, S. Nurmala. (2005). Dampak Karies Gigi dan Penyakit Periodontal Terhadap Kualitas Hidup. Disampaikan pada pidato pengukuhan jabatan guru besar tetap dalam bidang ilmu kedokteran gigi pencegahah/kesehatan gigi di Universitas Sumatera. Diakses tanggal 12 September 2018 dari: http://library.usu.ac.id/download/e-book/Nurmala%20Situmorang.pdf Uamang, Leman, & Ticoalu. (2017). Gambaran status karies gigi pada mahasiswa asal Kabupaten Mimika yang mempunyai kebiasaan menyirih di Manado. Jurnal e-GiGi (eG), Volume 5 Nomor 1, Januari-Juni 2017. Diakses tanggal 12 September 2018 dari: file:///C:/Users/Mr.%20X/Downloads/15153-30409-2-PB.pdf

Itulah tadi informasi dari poker idn mengenai Jangan Abaikan Kesehatan Gigi dan Mulut, Lakukan Perawatan Sebelum Terasa Nyeri oleh - sewaambulancebekasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami sewaambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Saturday, July 25, 2020

Masihkah Anda Mengabaikan Bahaya Merokok Setelah Membaca Fakta-Fakta Berikut? oleh - sewaambulancebekasi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website sewaambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Masihkah Anda Mengabaikan Bahaya Merokok Setelah Membaca Fakta-Fakta Berikut? oleh - sewaambulancebekasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Anda yang merokok, pasti sudah pernah memikirkan mengenai bahaya merokok ya? Ya, pasti sudah tahu, bahkan hafal betul, apa saja bahaya merokok.

Rokok, kata itu sudah tidak asing lagi untuk masyarakat Indonesia. Benda ini beredar di berbagai kalangan, mulai dari kalangan bawah hingga kalangan elit, mulai dari remaja hingga lanjut usia.

 

Kondisi Perokok di Indonesia

Tahukah Anda, bahwa dari setiap rokok yang Anda hisap, maka akan dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung? Diperkirakan, setidaknya sejumlah 20% kematian di dunia ini diakibatkan oleh penyakit jantung, dan penyakit ini sangat erat dengan kebiasaan merokok.

Di Amerika, didapatkan data bahwa ada 480.000 kematian yang diakibatkan oleh rokok setiap tahunnya. Sedangkan di Inggris, data menunjukkan bahwa setiap tahun 100.000 orang meninggal akibat rokok, yang kemudian menyebabkan timbulnya penyakit lain yang berbahaya, seperti penyakit jantung, kanker, dan paru-paru.

Lalu bagaimana dengan kondisi para perokok di Indonesia?

Tak jauh berbeda. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO, 2008), Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Tiongkok dan India. Lebih spesifik lagi, ternyata jumlah perokok di Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara.

Data Kementerian Kesehatan (2015) menunjukkan adanya peningkatan prevalensi perokok, dari 27% pada tahun 1995 meningkat menjadi 36,3% pada tahun 2013.

Itu artinya, 20 tahun yang lalu, dari setiap 3 orang Indonesia 1 orang di antaranya adalah perokok. Dan, dewasa ini dari 3 orang Indonesia 2 orang di antaranya adalah perokok (Kemenkes, 2016).

Luar biasa sekali ya?

Kandungan Rokok yang Tak Dapat Diabaikan

Memangnya, ada kandungan apa saja dalam rokok sehingga bisa menimbulkan banyak penyakit yang mengancam jiwa seperti itu?

Ternyata setidaknya ada 4000 bahan kimia ada di dalam sebatang rokok, dan sebagian besar merupakan bahan-bahan mengandung racun bagi tubuh. Bahkan ada zat-zat yang biasanya ada di produk-produk pembersih.

Coba tengok beberapa zat kimia berikut ini:

  • Nikotin, yang biasanya digunakan sebagai insektisida, atau cairan pembunuh serangga.
  • Aseton, biasanya menjadi bahan cairan pembersih kuteks atau cat kuku
  • Karbon monoksida, adalah zat beracun yang tercipta dari asap knalpot kendaraan
  • Tar, yang merupakan material untuk aspal
  • Amonia, biasanya ditemukan dalam cairan pembersih rumah tangga
  • Toluene, bisa kita gunakan sebagai bahan baku pembuatan cat
  • Asam asetat, biasanya ada dalam cairan cat rambut
  • Methanol, merupakan komponen utama bahan bakar roket
  • Arsenik, zat yang sangat beracun. Biasanya ada dalam racun tikus
  • Naftalena, yang menjadi bahan dalam pembuatan kapur barus
  • Lead, digunakan dalam baterai
  • Butane, biasanya terkandung dalam cairan korek api
  • Formaldehida, yang biasa digunakan sebagai cairan pengawet

Wow! Coba bayangkan, zat-zat racun, pembersih, pengawet, bahan bakar dan sebagainya itu berada menjadi satu dalam tubuh Anda!

Bahaya Merokok yang Jangan Sampai Diabaikan

Selama ini, kita selalu mendengar kampanye untuk berhenti merokok karena rokok tidak hanya berbahaya untuk diri si perokok aktif sendiri, tetapi juga untuk penghirup asapnya, yaitu para perokok pasif.

Sebenarnya dari sudut pandang medis, seperti apa sih bahaya merokok?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, perokok memiliki risiko penyakit jantung, stroke, dan kanker paru-paru lebih besar.

Perokokâ€"baik pasif dan aktifâ€"memiliki risiko penyakit jantung dan stroke sebanyak 2 hingga 4 kali. Selain itu, perokok laki-laki akan berisiko mengembangkan kanker paru-paru sebesar 25 kali, dan perokok wanita akan berisiko terkena kanker paru-paru sebesar 25,7 kali.

Dari data tersebut bisa dilihat bahwa perokok wanita memililiki risiko kanker paru-paru lebih besar daripada perokok laki-laki.

Mengapa demikian?

Hal ini disebabkan oleh kebanyakan wanita merupakan perokok pasif, mereka adalah penghirup asap rokok yang diembuskan oleh perokok aktif.

Tidak hanya penyakit jantung, stroke, dan kanker paru-paru, bagian tubuh lain juga sebenarnya memiliki risiko kerusakan akibat rokok.

Berikut adalah ilustrasi yang menunjukkan bahwa rokok dapat merusak setiap bagian tubuh manusia.

Bahaya merokok pada wanita utamanya adalah:

  • Mempersulit wanita untuk hamil
  • Memengaruhi kesehatan bayi sebelum dan sesudah kelahiran
  • Meningkatkan risiko bayi lahir prematur
  • Peningkatan risiko stillbirth atau kematian bayi sebelum kelahiran
  • Berat badan lahir rendah
  • Sindrom kematian bayi mendadak.

Sedangkan bagi pria, bahaya merokok utamanya adalah:

  • Memengaruhi kinerja sperma, sehingga dapat mengurangi kesuburan
  • Meningkatkan risiko bayi cacat lahir

Selain terkait dengan reproduksi, kesuburan, dan penyakit-penyakit mematikanâ€"seperti stroke, penyakit jantung, paru-paru, dan kankerâ€"bahaya merokok juga mengancam melalui beberapa hal berikut:

  • Merokok meningkatkan risiko terkena diabetes. Dr Sanjeev Bhambani, seorang endokrinologi dari New Delhi, menyebutkan bahwa merokok akan meningkatkan kadar glukosa dalam darah yang kemudian membuat penyakit diabetes semakin parah.
  • Merokok meningkatkan risiko katarak, akibat bahan kimia yang dilepaskan melalui asap rokok bisa memengaruhi aliran darah ke mata. Ada sebuah penelitian yang dilakukan pada 50.000 responden perempuan dengan rentang usia 45-67 tahun. Ditemukan data, bahwa mereka yang merokok memiliki 63% peningkatan risiko katarak dibandingkan non-perokok. Jika Anda sampai terkena katarak, maka risiko kebutaan pun akan meningkat.
  • Merokok juga menjadi penyebab penyakit mulut. Tembakau dapat menghambat aliran darah ke gusi. Hal ini mengakibatkan gusi menjadi kekurangan nutrisi dan oksigen, sehingga rentan infeksi. Kalau mulut sudah infeksi, wah, pastinya untuk makan pun menjadi sangat sulit. Masih banyak bagian mulit lain yang juga akan terganggu oleh rokok, seperti jaringan gigi yang melemah hingga peradangan kelenjar ludah.

 

Masih akan Mengabaikan Bahaya Merokok?

Setelah mengetahui kandungan berbahaya pada rokok dan semua bahaya merokok yang mungkin akan Anda tanggung, apakah Anda masih bisa mengabaikannya?

Coba bayangkan, betapa sehatnya hidup Anda jika Anda tidak merokok. Karena dengan berhenti merokok, itu artinya juga mengurangi risiko terserang penyakit.

Hanya denga 1 tahun berhenti merokok, risiko terkena serangan jantung pun menurun tajam. Dalam waktu 2 hingga 5 tahun setelah berhenti merokok, risiko untuk stroke dapat berkurang seperti mereka yang tidak merokok.

Risiko kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, dan kandung kemih juga akan berkurang setengahnya dalam kurun waktu 5 tahun (CDC, 2017).

Bayangkan hidup tanpa ancaman penyakit. Betapa membahagiakan dan melegakan, bukan? Jadi, masih akan abaikah Anda?

Credit Title

  • Penulis                 : Dian Indriati
  • Editor 1                : Putri Tiara Rosha,SKM.,MPH
  • Editor 2                : Fitri Handayani,S.Kep.,MPH
  • Content Writer  : Carolina N. Ratri
  • Redaktur 1          : dr. Fatwa Sari Tetra Dewi,MPH.,Ph.D
  • Redaktur 2          : dr. Fitriana,MSc.,FM

Referensi

  • Centers for Disease Control and Prevention. 2017. Health Effects of Cigarette Smoking
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
  • World Health Organization
Please Share and Like Us:

Itulah tadi informasi dari idn poker mengenai Masihkah Anda Mengabaikan Bahaya Merokok Setelah Membaca Fakta-Fakta Berikut? oleh - sewaambulancebekasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami sewaambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 19, 2020

Ibu Hamil Minum Kopi – Benarkah Berbahaya? Cari Tahu Faktanya di Sini! oleh - sewaambulancebekasi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website sewaambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Ibu Hamil Minum Kopi â€" Benarkah Berbahaya? Cari Tahu Faktanya di Sini! oleh - sewaambulancebekasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Banyak orang memang menggemari kopi. Bagi merekaâ€"yang menyebut dirinya sendiri sebagai coffee addictâ€"kopi merupakan ‘bahan bakar’. Bahan bakar untuk energi dan mood, katanya. Bahkan belakangan ini minum kopi menjadi semacam gaya hidup, bahkan ada komunitas khusus penggemar kopi yang menyambangi coffee shop-coffee shop secara teratur untuk mencicipi berbagai minuman olahan kopi. Lalu, jika ada ibu hamil minum kopi, kira-kira bagaimana ya? Amankah?

Hal ini memang telah menjadi pro dan kontra sejak lama. Jika Anda ingin mengetahui fakta dan kebenarannya, simak terus artikel ini sampai selesai ya.

Kandungan Kopi

Agar memahami lebih banyak mengenai dampak ibu hamil minum kopi, maka ada baiknya kita tahu terlebih dahulu mengenai apa saja yang ada dalam kopi.

Kopi memang bisa dikatakan minuman yang selalu ada di berbagai belahan dunia, baik di Amerika, Eropa, maupun di Indonesia. Hampir di semua negara memiliki berbagai macam kopi dengan citarasa masing-masing yang khas.

Indonesia sendiri merupakan negara keempat penghasil kopi terbesar, dengan berbagai produk kopi yang mendunia. Adapun jenis kopi asal Indonesia yang sangat terkenal keenakannya adalah kopi Gayo, kopi Toraja, kopi Kintamani, kopi Wamena, dan yang konon menjadi kopi terbaik dunia adalah kopi Luwak.

Apa saja sih zat yang terkandung dalam kopi, sehingga rasanya begitu enak dan dicandu oleh banyak kalangan, dari tua muda, bahkan para remaja?

Berikut adalah 10 kandungan zat yang ada di setiap cangkir kopi yang disuguhkan:

  1. Kafein, yang sudah banyak diketahui merupakan zat khas yang ada di dalam kopi. Yang belum banyak dipahami adalah bahwa kafein mengandung zat psikoaktif, yang memberi dampak tidak mengantuk pada peminumnya.
  2. Quinic Acid, zat yang menimbulkan rasa asam pada kopi. Kandungan zat ini pada setiap jenis kopi berbeda-beda, sehingga membuat tingkat keasaman kopi juga berbeda pula. Karena zat ini pula, penderita mag sebaiknya membatasi minum kopi.
  3. Putrescine, meski sangat sedikit. Zat ini berperan dalam penguraian asam amino yang dikerjakan oleh bakteri E.Coli.
  4. Ethyphenol, yang memunculkan bau khas kopi.
  5. Acetylmethylcarbino, yang membuat kopi berasa gurih.
  6. Niacin, zat yang mampu meningkatkan HDL dan menurunkan LDL serta Trigleserida, namun kalau berlebihan akan berbahaya untuk liver.
  7. Trigonelline, zat yang memberikan rasa manis dalam kopi.

 

Mari Kita Lihat Mengenai Kafein yang Terkandung dalam Kopi

Ya, kandungan yang paling umum diketahui ada pada kopi adalah kafein. Kafein merupakan senyawa kimia alkaloid terkandung secara alami pada lebih dari 60 jenis tanaman terutama teh (1- 4,8 %), kopi (1-1,5 %), dan biji kola(2,7-3,6 %).

Kafein diproduksi secara komersial dengan 2 cara, yaitu dengan ekstraksi dari tanaman dan dengan diproduksi secara sintetis. Kebanyakan produksi kafein bertujuan untuk memenuhi kebutuhan industri minuman.

Selain terdapat dalam minuman, kafein juga digunakan sebagai penguat rasa atau bumbu pada berbagai industri makanan. Perlu diketahui bahwa kafein tidak hanya terdapat di kopi saja, tetapi terdapat juga di cokelat, teh, obat-obatan, dan sebagainya.

 

Ibu Hamil Minum Kopi?

Setelah melihat satu per satu kandungan dalam kopi di atas, lalu, apakah kopi aman bagi ibu hamil?

Seperti yang Anda tahu, seorang ibu hamil harus benar-benar memilih dan memilah nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya. Pasalnya, saat seseorang hamil, itu berarti ia sedang mempunyai tanggung jawab terhadap kelangsungan hidup makhluk lain, yaitu bayinya.

Jadi, tak hanya si ibu saja yang harus mendapatkan nutrisi yang baik, janin yang dikandungnya harus dipastikan untuk juga mendapatkan asupan gizi yang dapat menunjang tumbuh kembangnya.

Faktanya, kopi memang tidak selamanya aman bagi kesehatan, terutama bagi ibu hamil. Hal ini dikarenakan oleh adanya zat kafein dalam kopi yang akan menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan bagi ibu dan janinnya.

Jika terlalu banyak mengonsumsi kafein, ibu hamil akan berpotensi untuk mengalami gejala berikut:

  • Insomnia
  • Tekanan darah tinggi
  • Mengalami kondisi GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau asam lambung naik ke tenggorokan
  • Migrain
  • Anemia
  • Gangguan pencernaan
  • Tremor

Risiko terburuk yang harus ditanggung, terutama yang berpengaruh pada janin adalah:

  • Keguguran
  • Detak jantung janin yang tidak normal
  • Bayi lahir dengan berat yang rendah
  • Bayi lahir dengan kondisi anemia

Bagaimana dengan mereka yang hobi minum kopi? Apakah harus benar-benar berhenti total?

Hal ini tidak berarti bahwa ibu hamil minum kopi itu tidak diperbolehkan sama sekali. Kopi akan tetap aman dikonsumsi oleh ibu hamil jika diberikan tidak melebihi ambang batas.

Seberapa ambang batas yang diperbolehkan bagi ibu hamil minum kopi?

Berdasarkan American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG), ambang batas maksimal kafein yang aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil yaitu sekitar 200mg/hari (setara dengan 2 cangkir kopi).

Setelah itu, perlu diperhatikan juga jumlah kafein yang ada di setiap makanan maupun minuman, baik itu kopi, teh, cokelat, obat-obatan, dan sebagainya. Maksudnya, jika dalam satu hari itu ibu hamil sudah minum kopi 2 cangkir sesuai takaran, maka jangan mengonsumsi makanan atau minuman lain yang banyak mengandung kafein lagi.

Berikut adalah tabel untuk jumlah kafein yang terkandung dalam makanan maupun minuman yang bisa menjadi pedoman.

No Makanan/Minuman Kandunga Kafein
1 Minuman Kola dan minuman “energi” lainnya 12-60mg/300ml kaleng
2 Es teh botol 15-25 mg/300ml botol
3 Teh seduh (non-herbal) 20-50mg/cangkir
4 Kopi tanpa kafein 4-8mg/cangkir
5 Kopi instan 40-140mg/cangkir
6 Kopi seduh 60-200mg/cangkir
7 Cokelat 5-35mg/50g batang

Kesimpulan

Jadi, intinya, meminum kopi itu aman bagi ibu hamil selama dikonsumsi tidak berlebihan, atau dalam batas wajar.

Adalah sangat penting bagi setiap ibu hamil untuk memperhatikan kandungan makanan ataupun minuman yang dikonsumsinya, demi kesejahteraan janin dan juga ibu sendiri.

Selalu sehat ya, menjalani kehamilan Anda hingga waktunya bersalin tiba. Jaga janin dan kesehatan Anda sendiri, agar semua berjalan lancar.

Credit Title

  • Penulis                 : Nabilah Hurul Aini (Mahasiswi Kebidanan Poltekkes Jakarta III)
  • Editor 1                : Putri Tiara Rosha,SKM.,MPH
  • Editor 2                : Fitri Handayani,S.Kep.,MPH
  • Content Writer  : Carolina N. Ratri
  • Redaktur 1          : dr. Fatwa Sari Tetra Dewi,MPH.,Ph.D
  • Redaktur 2          : dr. Fitriana,MSc.,FM

Referensi

  • ACOG. 2016. Committee Opinion, Moderate Caffeine Consumption During Pregnancy. American College of Obstetricians and Gynecologists.
  • ACOG. 2018. Nutrition During Pregnancy. United States of American. American College of Obstetricians and Gynecologists.
  • British Medical Journal. 2007. Coffee and pregnancy: A moderate reduction in caffeine intake in the second half of pregnancy has no effect on birth weight or length of gestation. 334: 377.
  • Hoyt, AT., Browne M., Richardson S., Romitti P., Druschel P. 2014. Maternal caffeine consumption and small for gestational age births: Results from a population-based case-control study. Maternal and Child Health Journal, 18(6) :1540-51.
  • Liputan 6. 2016. 10 Negara Penghasil Kopi Terbesar di Dunia, RI Termasuk? Diakses dari https://www.liputan6.com/bisnis/read/2689818/10-negara-penghasil-kopi-terbesar-di-dunia-ri-termasuk tanggal 3 Juli 2018
Please Share and Like Us:

Itulah tadi informasi dari poker online mengenai Ibu Hamil Minum Kopi â€" Benarkah Berbahaya? Cari Tahu Faktanya di Sini! oleh - sewaambulancebekasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami sewaambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Saturday, July 11, 2020